Sabtu, 08 Agustus 2009

WAWANCARA IMAGINER DENGAN OBAMA


Saya berkesempatan ketemu pak Obama, sepulang dari main golf. Ketika ditawari mau minum, saya meminta kopi susu panas. Wawancara ini sudah dialih bahasakan.

" Jaga kondisi nih pak Obama ? ". Dia tersenyum. Memang presiden AS yang ini suka senyum banget.
" Iya supaya tetap fit dong ", Lagi-lagi pak Obama tersenyum.
" Jadi ngebom Iran nih pak ? ".
" Ah....enggak gitulah. Kita pake diplomasi dulu lah..", Saya tahu Obama mengelak.

" Akhirnya bapak setuju dengan terpilihnya pak Ahmadinejad ...".
" Iya....abis gimana. Kita gak mau ribut lagi soal gituan ".
" Nah, sekarang changes bapak yang gimana soal Palestina ? ". Dia diam sejenak. Pikir saya, gak mau ketanggor salah nih.

" Kita upayakan jalan damai lagi. Supaya tak ada pertumpahan darah ".
" Tapi nampaknya Israel ngeyel saja ".
" No comment deh ".
Saya ditawari makan nasi gudeg. Ada sate ayam, ikan bakar dan bergedel.
Obama mengajak rehat, makan dulu. Setelah selesai, saya kembali mengajukan pertanyaan lagi.

" Berarti policy bapak sama seperti yang sudah-sudah dong soal palestina ? "
" Saya rencanakan akan mengundang semua faksi Palestina dan PM Israel. Nanti saya akan bicarakan baik-baik sambil makan lesehan ".

" Pendapat bapak tentang Indonesia ? ". Dia tersenyum untuk ketiga kalinya.
" Wah...kalau saya enggak sempat hidup di Indoensia mungkin saya bukan presiden AS. Indonesia bagus sekarang. Sudah banyak kemajuan. Cuman---pak Obama mintak off the record-- hati-hati dengan hutang. Dengan hutang banyak negara yang terdekte. Enggak bebas ".

" Soal teroris ? "
" Itu...siapa Nurdin ya ? ". Dia coba-coba mengingat sebuah nama gembong teroris.
" Nurdin M Top ? "
" Iya...iya.. nanti akan tertanggap atau mungkin malah tewas. Saya percaya dengan kesigapan polisi Indonesia ".

" Ngomong-ngomong ada bantuan untuk Indonesia gak pak, bukan hutang lho pak ? ". Dia terkekeh-kekeh.
" Wah..wawancara sekaligus mintak bantuan nih ", sindirnya.
" Ya..gitulah ", jawab saya.
" Ada...ada kok. Tenang saja, "

" Pak Obama, berhubung saya ada janjian dengan pak Bush, saya pamit dulu ", Saya menyudahi wawancara.
" Terima kasih pak Obama ".
" Oh....ya..terima kasih kembali ".



Tidak ada komentar:

Posting Komentar