Jumat, 07 Agustus 2009

WAWANCARA IMAGINER DENGAN PRESIDEN IRAN


Wawancara ini berlangsung di Balkon rumah dinas presiden Iran, bpk Ahmadinejad, 3 hari sebelum pelantikan beliau. Kesan saya, orangnya santai, humoris dan ramah. Beliau sangat sederhana. Enak kalau diajak ngobrol

Petikan wawancara ini sudah dialih bahasakan. Selamat menyimak !

" Assalamu'alaikum wr wb, pak Ahmadi''
" Waalikumsalam. Silakan duduk, nyantai saja "', Saya lantas duduk
" wah...anda ini masih keliatan gesit saja pak. Apa sih resepnya ? ", Pak Ahmadi tersenyum
" Beribadah yang bener dan enjoy aja lah ",
" Suplemen ? "
" Suplemennya sholat sunnah ". Saya mengangguk.

" Mau minum apa nih ? " , tanyanya sambil mengelus jenggotnya.
" Es kelapa muda boleh ".
" Anda ini termasuk haluan garis keras. Keras pada Amerika maksud saya ".
" Nah....ini. Gini ya, orang barat bilang ini kelompok Islam haluan keras, yang ini Islam Liberal terus yang itu moderat. Ini salah kaprah.... ", terangnnya berapi-api. Dalam hati saya, saya berhasil menggiringnya.

" Islam ya...Islam. Itu label orang barat. Gak betul.....",
" Sabar pak.....sabar....". Saya mencoba mengerem emosinya. Namun nampaknya tidak berhasil.
" Dari dulu label itu sengaja ditiupkan barat untuk memojokkan kita semua. Negeri kita mau dirampok, dibilang saya ini haluan keras. Apa-apaan..... ",
" Saya bikin nuklir untuk menambah daya listrik, dibilang bikin senjata nuklir. Saya tahu cara-cara orang Barat kok. Alasannya kan itu-itu saja".

" Makanya dulu saya sependapat sama Saddam Husein yang nantang tinju Bush. Duel saja, gak usah nyeret rakyat. Kita toh tahu, dimana Amerika campur tangan, pasti malah bikin ribet ".

" Maaf, pak. Boleh saya minum dulu.. ? " Dia terkejut dan tersenyum.
" ya...ya silakan. Sampai lupa. Ayo.... itu, dimakan dulu gado-gadonya ".
Setelah rehat sebentar, saya meneruskan wawancara.

" Kalau lagi santai, ngapain aja pak ? " Saya mengalihkan topik pembicaan.
" Ngenet, mas ....".
" Lho sering face book an to ?" tanya saya terheran-heran. Dia tersenyum
" Iya.....biar gaul lah ", Saya mengangguk.
" Terus gimana nih, pelantikannya ? "
" Insya Allah akan baik-baik saja kok. Gak ada masalah ".
" Baik pak Ahmadi, saya mengucapkan selamat atas terpilihnya anda sebagai presiden Iran. ". Sayapun lantas pamit.
" Kapan-kapan datang lagi ya ", pesannya, sebelum saya melangkah keluar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar